Minggu, 16 November 2025

 

Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery


Daniel Craig kembali mengenakan setelan jasnya yang rapi dan aksen Selatannya yang kental untuk film ketiga Knives Out karya Rian Johnson. Latarnya kali ini adalah sebuah gereja di pedesaan New York bagian utara. Wakil pendeta yang baru (Josh O'Connor) berselisih dengan seorang pendeta yang berapi-api (Josh Brolin) dan berbagai jemaat yang bermusuhan, termasuk seorang sipir gereja (Glenn Close), seorang penjaga taman yang setia (Thomas Haden Church), dan seorang penulis yang sedang berjuang (Andrew Scott). Ketika perselisihan mereka berujung pada pembunuhan misterius di ruang terkunci, jelaslah bahwa itu adalah tugas detektif terbaik dunia, Benoit Blanc. Namun, akankah rasionalisme Blanc yang teguh tertantang oleh misteri-misteri ajaib dalam cerita ini? 

"Dengan atmosfer Gotik dan tema-tema yang lebih mendalam, Wake Up Dead Man memiliki nuansa yang lebih gelap dibandingkan film-film Knives Out sebelumnya," ujar Caryn James dari BBC. "Namun, ini juga yang paling lucu dan paling menyenangkan sejauh ini… Dengan keyakinan yang lebih besar dari sebelumnya, [Johnson] berjalan di garis yang sangat seimbang saat ia meminjam kiasan lama dan mengadaptasinya."


 

The Running Man


The Running Man adalah salah satu novel distopia yang ditulis Stephen King dengan nama samaran Richard Bachman. Novel lainnya, The Long Walk, telah difilmkan awal tahun ini, dan The Running Man sendiri menjadi wahana bagi Arnold Schwarzenegger pada tahun 1987. Namun, versi baru yang kelam, yang disutradarai oleh Edgar Wright (Shaun of the Dead, Last Night in Soho), jauh lebih setia pada buku King/Bachman. Tokoh utamanya, yang diperankan oleh Glen Powell, adalah seorang pria berkeluarga biasa yang begitu putus asa mencari uang sehingga ia setuju untuk berpartisipasi dalam sebuah acara kuis televisi yang mematikan. Kesepakatannya adalah ia akan memenangkan banyak uang jika bertahan hidup selama 30 hari, tetapi sementara itu ia akan dikejar-kejar di seluruh AS oleh para pembunuh yang sangat terlatih. 

Sang sutradara, Wright mengatakan kepada Entertainment Weekly bahwa ia berharap filmnya "menghibur sekaligus kuat secara seimbang. Saya pikir, sebagai fiksi ilmiah, film ini sangat relevan dengan situasi kita saat ini. Mungkin lebih tepat waktu daripada yang kita inginkan, atau bahkan yang dapat kita bayangkan."

Minggu, 28 September 2025

 MATRIKULASI MABA FATEK UNISKA 

TAHUN AJARAN 2025/2026


Menurut Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, perguruan tinggi wajib menyelenggarakan proses pembelajaran yang mampu membentuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap mahasiswa melalui pendekatan yang berpusat pada mahasiswa (studentcentered learning). Dalam konteks ini, matrikulasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu mengikuti perkuliahan dengan lebih aktif, kritis, dan mandiri.
Kegiatan matrikulasi juga berfungsi sebagai sarana untuk mengenalkan mahasiswa terhadap budaya akademik kampus, termasuk etika belajar, metode diskusi ilmiah, dan pendekatan analitis terhadap persoalan teknis. Hal ini penting, mengingat mahasiswa teknik nantinya akan dituntut untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata secara sistematis dan logis.

Dalam pelaksanaannya, program matrikulasi ini mengacu pada kebutuhan dasar mata kuliah teknik, serta disesuaikan dengan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang ditetapkan dalam kurikulum program studi. Dosen-dosen pengampu mata kuliah dasar turut dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan agar materi yang diberikan relevan dan tepat sasaran.

Tujuan Matrikulasi adalah
 1. Memberikan pembekalan awal pada mahasiswa baru dalam mata kuliah dasar (basic science)
2. Menyamakan tingkat pemahaman agar mahasiswa siap mengikuti perkuliahan reguler. 
3. Mengenalkan suasana akademik di lingkungan fakultas.


Kegiatan dilaksanakan pada  Senin–Rabu, 22–24 September 2025 Waktu: 09.00–15.00 WITA Tempat: Gedung Fakultas Teknik UNISKA MAB
Peserta kegiatanJumlah peserta: ±300 mahasiswa baru dari Program Studi: Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Mesin dan Teknik Elektro







 PKKMB UNISKA MAB BANJARMASIN


Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin mengawali tahun akademik 2025/2026 dengan acara Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan ini menjadi rangkaian penyambutan resmi bagi mahasiswa baru, sebagai langkah awal mengenal lebih dekat kehidupan akademik di Kampus UNISKA MAB yang tentunya berbeda dibandingkan saat di SMA/sederajat.

Rangkaian acara PKKMB UNISKA MAB digelar selama tiga hari, 16-18 September 2025, di Auditorium Gedung Rektorat Barito Kuala dan di masing-masing gedung kampus Fakultas. Tahun ini, PKKMB diikuti oleh 4.480 mahasiswa baru dengan mengusung tema: “Merancang Masa Depan Bersama UNISKA MAB dengan Karakter Unggul & Islami Menjadi Al-Banjari Muda yang Berwawasan Global.”


Untuk kegiatan di Fakultas Teknik, dilaksanakan pada tanggal 16 September 2025 bertempat di gedung perkuliahan Fakultas Teknik di Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan diikuti oleh 536 mahasiswa baru Fakultas Teknik Uniska yang terdiri dari Prodi Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Industri. 






.



 AKREDITASI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL 

UNISKA MAB BANJARMASIN


Berdasarkan Surat Keputusan LAM Teknik  
Nomor: 0670/SK/LAM Teknik/AS/VIII/2025, 
dinyatakan bahwa Program Studi Teknik Sipil Uniska MAB Banjarmasin mendapatkan 
peringkat BAIK SEKALI. 
Keputusan ini berlaku mulai tanggal 14 Agustus 2025 sampai dengan 30 Agustus 2030 





 

Trailer Film Animasi Death Stranding Hadirkan Aksi Intens di Dunia Distopia Hideo Kojima



Hideo Kojima kembali memperluas semesta Death Stranding ke ranah baru. Setelah merilis sekuel game Death Stranding 2: On the Beach pada Juni 2025, sang kreator visioner kini terlibat sebagai produser dalam proyek animasi berjudul sementara Death Stranding Mosquito. Teaser trailer perdananya resmi dirilis, menampilkan dunia distopia penuh ketegangan dengan gaya visual berbeda dari seri gimnya.

Proyek ini pertama kali diumumkan dalam acara Beyond the Strand yang menandai 10 tahun berdirinya Kojima Productions. Selain memperlihatkan cuplikan gim horor OD hasil kolaborasi dengan Jordan Peele dan konsep Physint, sebuah game stealth terbaru, acara tersebut juga memberi sorotan khusus pada Death Stranding Mosquito. Film animasi ini dipastikan berada dalam dunia Death Stranding, meski tak langsung terhubung dengan jalan cerita utama gim.

Trailer memperlihatkan pertarungan sengit antara dua porter di medan terbuka. Uniknya, salah satu porter terlihat berusaha melindungi sosok B.T. (Beached Thing) — makhluk yang biasanya menjadi musuh mematikan dalam seri gim Death Stranding. Arah cerita ini membuka kemungkinan eksplorasi baru: hubungan yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya antara manusia dan B.T.


Yang membedakan Death Stranding Mosquito dengan versi gim adalah gaya visualnya. Alih-alih fotorealistik, film animasi ini menggunakan pendekatan bergaya painterly yang penuh warna dan ekspresif. Hiroshi Miyamoto duduk di kursi sutradara, sosok yang sebelumnya terlibat dalam Dragon Ball Super: Super Hero dan berbagai proyek anime lainnya. Sementara itu, naskahnya ditulis Aaron Guzikowski (Raised by Wolves), menambah bobot narasi yang sarat intrik.

Aksi pertarungan dalam trailer juga menjadi sorotan utama, dengan koreografi intens yang berbeda jauh dari gameplay gimnya. Kombinasi itu memperkuat kesan bahwa Death Stranding Mosquito akan menjadi interpretasi unik, memadukan elemen politik, filosofi, dan dunia distopia khas Kojima dengan pendekatan baru yang lebih segar.


Bersama film live-action Death Stranding garapan A24 yang masih dalam tahap awal produksi, Death Stranding Mosquito menunjukkan ambisi besar Kojima dalam menjadikan semesta ciptaannya berkembang melampaui gim. Bagi penggemar, animasi ini bisa menjadi kejutan besar sekaligus pembuka jalan bagi kisah-kisah tak terduga di dunia Death Stranding.